Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami. umroh november 2018 Jakarta Utara

saco-indonesia.com, Banjir yang telah melanda Ibukota selama Januari lalu, telah membuat sejumlah titik jalan raya di seluruh wilayah DKI Jakarta telah mengalami kerusakan, tak terkecuali di wilayah Jakarta Utara. Sebanyak 1.093 jalan berlubang diperbaiki mulai Rabu (29/1) malam.

Kasi Pemeliharaan Sudin PU Jalan dan Jembatan Jakarta Utara Sugoro Sinaga juga mengatakan, pihaknya juga sudah mulai memperbaiki sejumlah ruas jalan di Jakarta Utara. Di antaranya, Jalan Boulevard Raya dan Barat, Kelapa Gading, Perintis Kemerdekaan, Yos Sudarso, Plumpang Raya, Pegangsaan Dua dan Gunung Sahari.

"Kita juga sudah memperbaiki sebanyak 1.093 titik jalan berlubang yang tersebar se-Jakut. Sisanya masih 1.205 titik lagi yang akan kita kerjakan," ujar Sugoro saat dihubungi, Senin (3/2).

Perbaikan tersebut terdiri dari berbagai macam material seperti cor beton ready mix dan CTB adukan kering. Perbaikan tersebut telah diakui oleh Sugoro hanya sebagai antisipasi sementara sebelum dilakukan perbaikan permanen.

Dia juga menyebutkan, perbaikan jalan telah mengalami kendala di beberapa lokasi karena masih ada yang tergenang ditambah masih seringnya hujan turun. Sehingga untuk saat ini pembetonan jalan yang telah dilakukan adalah penanganan darurat. Sugoro juga mengaku tidak bisa memprediksi hingga kapan dapat menyelesaikan pengerjaan sisa titik lubang yang masih ada.

Sedangkan untuk dapat mengantisipasi kecelakaan yang ditimbulkan oleh lubang di jalan, pihaknya telah menyebar sebanyak 180 spanduk yang berisi tulisan 'Hati-hati Jalan Berlubang'.

"Langkah ini (pemasangan spanduk) kami lakukan untuk dapat memberitahukan kepada masyarakat pengguna kendaraan, baik roda empat dan dua untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dalam berlalu lintas. Karena di depannya atau sekitar 5 hingga 100 meter lagi ada jalan yang rusak," terangnya.

Sugoro juga berharap agar masyarakat dapat bersabar hingga selesainya dilakukan perbaikan di seluruh lokasi jalan yang berlubang. Selain itu, ia juga mengharapkan masyarakat tetap menjaga kewaspadaan selama berkendara.

Sebelumnya Dinas PU mencatat, jalan rusak di Jakarta Pusat seluas 3.871 m2 atau 0,11 persen dari total luas jalan di wilayah itu, yakni 3,4 juta m2. Wilayah Jakarta Utara telah mengalami kerusakan jalan terluas, yakni 80.557 m2, atau 2,07 persen dari total 3,9 juta m2 di wilayah tersebut.

Di Jakarta Barat, luas jalan rusak 14.625 m2 atau 0,25 persen dari luas total 5,7 juta m2. Adapun kerusakan di Jakarta Selatan seluas 16.585 m2 atau 0,54 persen dari total 9,1 juta m2. Di Jakarta Timur, luas jalan rusak 24.760 m2 atau 0,38 persen dari total 6,5 juta m2.

Menurut Kadis PU DKI Jakarta Manggas Rudi Siahaan, kekuatan ruas jalan di Jakarta juga belum memenuhi standar kekuatan jalan internasional. Apalagi ada genangan serta kendaraan berat yang telah melintasi jalan itu secara berulang-ulang.

Manggas akan memperbaiki jalan rusak selama 24 jam nonstop, dengan cara dibeton agar jalan menjadi lebih kuat ketahanannya.


Editor : Dian Sukmawati

1.093 TITIK JALAN BERLUBANG DI JAKUT DIPERBAIKI

The career criminals in genre novels don’t have money problems. If they need some, they just go out and steal it. But such financial transactions can backfire, which is what happened back in 2004 when the Texas gang in Michael

Take the Money and Run

Artikel lainnya »