Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami. umroh november 2018 Cianjur

saco-indonesia.com, Pasar Cikupa, Kabupaten Tangerang, telah terbakar sejak pukul 13.00 WIB, Kamis (2/1). Sedikitnya ada lima kios di lantai dua pasar yang selalu ramai itu ludes terbakar. Akibatnya, Jalan Raya Serang yang telah menjadi penghubung antara Bitung ke Tigaraksa ditutup.

Sarto yang berusia (30) tahun , salah satu pedagang juga mengatakan, kebakaran telah terjadi sekitar pukul 13.00 WIB siang. "Diduga api pertama kali muncul dari toko pakaian di lantai dua," ujar Sarto.

Menurut Sarto, selang beberapa lama kemudian api kian menjalar melahap salah satu ruangan kosong bekas kantor CNI. "Apinya kian menjalar dan melahap bangunan kosong bekas kantor CNI," katanya.

Petugas Satpol PP Kecamatan Cikupa Budhi Muhdini juga menambahkan, api yang telah melahap Pasar Cikupa diperkirakan karena korsleting listrik. "Kemungkinan itu arus pendek," pungkas Budhi.

Pantauan di lokasi, empat armada pemadam kebakaran dari Dinas Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kabupaten Tangerang sudah diterjunkan. Sampai saat ini api juga masih membesar. Sedangkan para pedagang masih sibuk menyelamatkan barang dagangannya, sebagian lainnya membantu petugas pemadam.


Editor : Dian Sukmawati

PASAR CIKUPA TANGERANG TERBAKAR
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepalís Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »