paket haji plus

Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami. travel umroh plus turki Lebak

Saco-Indonesia.com - Publik Indonesia rata-rata hanya mengenal dua jenis kopi, robusta (Coffea robusta) dan arabika (Coffea arabica). Namun, Indonesia sebenarnya memiliki satu jenis kopi lain yang tak kalah membuat penasaran, kopi liberika (Coffea liberica). Seperti apa kopi liberika?

Peneliti dan pencicip kopi dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) di Jember, Yusianto, mengatakan bahwa kopi liberika adalah kopi yang oleh masyarakat kerap disebut dengan "kopi ngongko (nangka)" dan memiliki citarasa unik.

"Kopi ini sering disebut kopi nongko karena bijinya yang besar-besar. kalau dirasakan, kopi ini ada citarasa sayurnya. Seperti kacang panjang mentah. kalau orang Sunda membuat karedok, ada sebagian rasa karedok yang bisa dirasakan di kopi ini," urai Yusianto.

Kopi liberika adalah kopi yang berasal dari wilayah Liberica, Afrika Barat. Kopi ini dibawa ke Indonesia pada abad 19 saat banyak tanaman kopi arabika saat itu terserang penyakit. Saat ini, kopi jenis ini ditanam di wilayah Jambi dan Bengkulu.

Berbeda dengan arabika dan robusta, tanaman kopi liberika berukuran besar, bisa mencapai tinggi 9 meter. Biji kopi liberika juga lebih besar, kadang mencapai dua kali lipat ukuran biji arabika. Yang unik, daun tanaman kopi ini mengandung kafein lebih banyak dari bijinya.

Yusianto mengatakan, kopi liberika adalah salah satu peluang Indonesia. Indonesia bisa mengembangkan jenis kopi liberika untuk diekspor. Saat ini, banyak orang yang belum mengenal jenis kopi ini.

"Kalau ada yang menganggap kopi ini tidak enak, itu hanya karena tidak kenal saja. tak kenal maka tak sayang. Makanya, kita harus kenalkan," katanya saat ditemui dalam acara Press Tour dan Media Gathering yang diadakan Kementerian Riset dan Teknologi, Jumat (17/5/2013).

Yusianto menilai, selain arabika, liberika potensial karena pasar ekspornya pun ada. Masyarakat negara tetangga, Malaysia, banyak yang mengonsumsi kopi jenis ini. Dari sisi harga, liberika juga lebih baik dari robusta. Budidaya dan pengembangan kopi liberika perlu dilakukan.
Editor :Liwon Maulana(galipat)
sumber:Kompas.com

Kopi Liberika, Kopi dengan Cita Rasa Sayuran

Artikel lainnya »