Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami. travel umroh haji di Subang

Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) telah menghentikan sementara pencarian sementara pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 di kawasan perairan laut Selat Malaka dan Samudera Hindia. Pencarian telah dihentikan sementara sambil menunggu petunjuk dari pihak Malaysia.

"Untuk sementara pencarian pesawat MAS MH370 kami hentikan, sambil menunggu petunjuk selanjutnya dari Basarnas Pusat dan Pemerintah Malaysia," kata Penanggung jawab operasi pencarian pesawat MAS MH370 Basarnas Wilayah Barat Sumatera, Budi Cahyadi, di Banda Aceh , Selasa (18/3).

Menurutnya, kapal Basarnas KN Purworejo 101 untuk sementara siaga di Pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh dan helikopter Basarnas HR1522 di Bandara Udara TNI AU Sultan Iskandar Muda.

Didampingi kapten kapal Basarnas KN Purworejo 101 Adil Triyanto dan pilot helikopter Basarnas HR1522, Kapten Laut (P) Arif Sukmono Akbar dan co pilot Lettu Laut (P) Hayat, dia juga mengatakan tim Basarnas dengan menggunakan tiga Kapal, satu helikopter dan 90 personel telah melakukan pencarian sejak 11 Maret hingga 17 Maret 2014 di perairan Selat Malaka dan Samudera Hindia.

"Tidak ada temuan apapun selama pencarian, yang banyak kami temukan hanya rumpon milik nelayan, meskipun menunggu perintah, kami juga akan menerima informasi dari seluruh pihak terkait pesawat MAS MH370 yang hilang sejak 8 Maret 2014," katanya.

Selain kapal KN Purworejo 101, Basarnas juga telah mengerahkan Kapal Basarnas KN208 untuk dapat membantu pencarian pesawat yang membawa 227 penumpang dan 12 awak dari Malaysia tujuan Beijing, China.

Kepala SAR Aceh Ibnu Harris Al Hussain telah didampingi nahkoda kapal KN208 Kapten Supriyadi juga menyebutkan, tim Basarnas sejak lima hari terakhir telah mengelilingi lebih dari 2.000 mil laut Selat Malaka dan Samudera Hindia untuk mencari pesawat nahas tersebut.

"Pencarian sudah dilakukan di kawasan zona ekonomi eksklusif (ZEE) hingga hampir di wilayah yang berbatasan dengan Thailand dan Pulau Andaman," kata Ibnu Haris.

Hilangnya pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 telah menyatukan sejumlah negara, yang selama ini bertikai soal klaim tapal batas di perairan Laut China Selatan, untuk bahu membahu dalam mencari pesawat yang belum diketahui keberadaannya itu.

Selain Malaysia dan China sejumlah negara seperti Indonesia, Vietnam, Filipina, Jepang bahkan Amerika Serikat juga mengirimkan armada bantuan.

Tim SAR & TNI hentikan sementara pencarian MH370 di Selat Malaka

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »