Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami. travel umroh di Pondok Melati


Dalam jual beli, jika anda ingin Bisnis Kertas HVS-A4–Folio–Art Paper dan sejenisnya, maka anda harus tahu strateginya agar mendapatkan keuntungan melimpah dalam bisnis kertas.
Untuk mendapatkan harga kertas termurah dari pabrik, maka anda harus bisa mendapatkan sub dari pabrik pusat yang menyuplai kertas tersebut. Karena jika mengambil dari pabrik langsung, maka anda harus teken kontrak terlebih dahulu dengan pabrik yang bersangkutan yang nilainya ratusan hingga miliaran rupiah untuk bisa menjalankan bisnis kertas tersebut.
kerta-A4-HVS%25255B4%25255Dkertas-foto-copy-folio%25255B4%25255D
Jika anda ingin bisnis kertas dengan skala kecil yang bisa anda jual langsung di fotocopy atau perceakan offset yang kelasnya kecil hingga sedang. Untuk kelas ke atas (percetakan besar), maka anda juga harus berani bersaing, dan itu merupakan pertarungan normal dalam bisnis.
Kembali ke urusan kertas. Untuk mendapatkan harga kertas termurah, ukuran HVS dengan ukuran A4, Folio, hingga Double Folio maka bisa di akali dengan membeli kertas HVS plano (ukuran besar). Yang tentunya, berdasarkan pengalaman, harga kertas tersebut mempunyai selisih harga yang lebih murah dari pada kertas terbungkus langsung dari pabriknya.
Namun demikian, untuk memulai Bisnis Kertas Harga Murah, anda harus terlebih dahulu meng-cros chek dari berbagai toko kertas, hingga ke pergudangan kertas (sub pabrik) untuk mendapatkan harga terbaik, yakni harga kertas termurah yang lebih murah dari pada harga grosir kertas A4 atau Folio.
Dengan membeli kertas di sub agen kertas tersebut, ada kelebihan tentunya. karena anda tidak perlu menanam modal terlebih dahulu, yakni jika ada uang bisa langsung membeli dan tidak ada target penjualan dalam tiap bulannya seperti halnya sub agen dari pabrik tersebut. Dan tentunya sudah sesuai dengan apa yang anda harapkan, mendapatkan harga kertas termurah sesuai dengan kualifikasi jenis kertas tersebut.
HARGA JUAL BELI KERTAS MURAH dan STRATEGI Sebagai Ladang Bisnis
Untuk mendapatkan harga beli kertas murah, maka anda harus membeli kertas ukuran satu plano, yang bisa di potong A4 atau Folio yang nantinya juga bisa anda jual kertas tersebut dengan harg lebih murah juga dari toko kertas yang lain.
Sebagai gambaran ukuran kertas HVS satu plano  misalnya: 61x86, 65x100, 79x109 dan sejenisnua. Itu merupakan kertas pada umumnya yang dipakai untuk percetakan  maupun foto copy dalam pembuatan buku-buku dari pemesannya. Berlaku juga untuk kertas Artpaper, namun yang ukuran 61x86 agak sulit dicari, setahu saya memang tidak ada. Jadi khusus untuk Art paper kebanyakan mulai ukuran 65x100 ke atas ketika artikel ini Showroom cetak tulis. Mungkin saja, harga dan jenis kertas di tahun 2013 ada perubahan, maka anda harus cek juga di toko kertas tentang harga kertas.
Selanjutnya, setelah anda mendapatkan kertas ukuran plano, anda bisa memotong jenis ukuran kertas tersebut sesuai ukuran, baik A4 ataupun kertas Folio. Tergantung selera dan konsumsi dari pembeli yang menjadi sasaran anda.
Dan yang terpenting, anda juga harus mempersiapkan harga jual kertas A4 atau folio tersebut dan bandingkan dengan toko lain. Tips jual dalam bisnis kertas, jika awal penjualan, maka jangan mengambil selisih terlalu banyak dari toko sebelah, tapi targetkan pelanggan terlebih dahulu. Baru selanjutnya terserah anda.
Demikian rahasia dan Strategi Bisnis Kertas HVS-A4–Folio–Art Paper dan Sejenisnya jika anda ingin mulai merambah bisnis kertas sebagai usaha anda. Salam Wirausaha.

 

MACAM TIPE JENIS KERTAS CETAK FOTO

Though Robin and Joan Rolfs owned two rare talking dolls manufactured by Thomas Edison’s phonograph company in 1890, they did not dare play the wax cylinder records tucked inside each one.

The Rolfses, longtime collectors of Edison phonographs, knew that if they turned the cranks on the dolls’ backs, the steel phonograph needle might damage or destroy the grooves of the hollow, ring-shaped cylinder. And so for years, the dolls sat side by side inside a display cabinet, bearers of a message from the dawn of sound recording that nobody could hear.

In 1890, Edison’s dolls were a flop; production lasted only six weeks. Children found them difficult to operate and more scary than cuddly. The recordings inside, which featured snippets of nursery rhymes, wore out quickly.

Yet sound historians say the cylinders were the first entertainment records ever made, and the young girls hired to recite the rhymes were the world’s first recording artists.

Year after year, the Rolfses asked experts if there might be a safe way to play the recordings. Then a government laboratory developed a method to play fragile records without touching them.

Audio

The technique relies on a microscope to create images of the grooves in exquisite detail. A computer approximates — with great accuracy — the sounds that would have been created by a needle moving through those grooves.

In 2014, the technology was made available for the first time outside the laboratory.

“The fear all along is that we don’t want to damage these records. We don’t want to put a stylus on them,” said Jerry Fabris, the curator of the Thomas Edison Historical Park in West Orange, N.J. “Now we have the technology to play them safely.”

Last month, the Historical Park posted online three never-before-heard Edison doll recordings, including the two from the Rolfses’ collection. “There are probably more out there, and we’re hoping people will now get them digitized,” Mr. Fabris said.

The technology, which is known as Irene (Image, Reconstruct, Erase Noise, Etc.), was developed by the particle physicist Carl Haber and the engineer Earl Cornell at Lawrence Berkeley. Irene extracts sound from cylinder and disk records. It can also reconstruct audio from recordings so badly damaged they were deemed unplayable.

“We are now hearing sounds from history that I did not expect to hear in my lifetime,” Mr. Fabris said.

The Rolfses said they were not sure what to expect in August when they carefully packed their two Edison doll cylinders, still attached to their motors, and drove from their home in Hortonville, Wis., to the National Document Conservation Center in Andover, Mass. The center had recently acquired Irene technology.

Audio

Cylinders carry sound in a spiral groove cut by a phonograph recording needle that vibrates up and down, creating a surface made of tiny hills and valleys. In the Irene set-up, a microscope perched above the shaft takes thousands of high-resolution images of small sections of the grooves.

Stitched together, the images provide a topographic map of the cylinder’s surface, charting changes in depth as small as one five-hundredth the thickness of a human hair. Pitch, volume and timbre are all encoded in the hills and valleys and the speed at which the record is played.

At the conservation center, the preservation specialist Mason Vander Lugt attached one of the cylinders to the end of a rotating shaft. Huddled around a computer screen, the Rolfses first saw the wiggly waveform generated by Irene. Then came the digital audio. The words were at first indistinct, but as Mr. Lugt filtered out more of the noise, the rhyme became clearer.

“That was the Eureka moment,” Mr. Rolfs said.

In 1890, a girl in Edison’s laboratory had recited:

There was a little girl,

And she had a little curl

Audio

Right in the middle of her forehead.

When she was good,

She was very, very good.

But when she was bad, she was horrid.

Recently, the conservation center turned up another surprise.

In 2010, the Woody Guthrie Foundation received 18 oversize phonograph disks from an anonymous donor. No one knew if any of the dirt-stained recordings featured Guthrie, but Tiffany Colannino, then the foundation’s archivist, had stored them unplayed until she heard about Irene.

Last fall, the center extracted audio from one of the records, labeled “Jam Session 9” and emailed the digital file to Ms. Colannino.

“I was just sitting in my dining room, and the next thing I know, I’m hearing Woody,” she said. In between solo performances of “Ladies Auxiliary,” “Jesus Christ,” and “Dead or Alive,” Guthrie tells jokes, offers some back story, and makes the audience laugh. “It is quintessential Guthrie,” Ms. Colannino said.

The Rolfses’ dolls are back in the display cabinet in Wisconsin. But with audio stored on several computers, they now have a permanent voice.

Ghostly Voices From Thomas Edison’s Dolls Can Now Be Heard

Artikel lainnya »