Jadwal Biaya Paket Promo Umroh Murah bulan April

Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami. travel haji umroh Ciwandan

Saco-Indonesia.com — Suhu lapisan dalam Bumi ternyata 1.000 derajat celsius lebih tinggi dari yang didiuga sebelumnya. Berdasarkan pengukuran terbaru, suhu lapisan dalam satu-satunya planet yang terbukti bisa mendukung kehidupan kompleks itu setara dengan permukaan Matahari, 6.000 derajat celsius.

Hasil pengukuran itu didapatkan lewat riset tim ilmuwan Lembaga Ilmu Pengetahuan Perancis (CNRS) dan beberapa lembaga lain. Suhu lapisan dalam, tepatnya pada perbatasan bagian dalam dan luar Bumi, diperkirakan berdasarkan pengukuran titik leleh besi.

Lewat pengukuran ini, peneliti sebenarnya ingin memberikan penjelasan mengenai terbentuknya medan magnet Bumi. Untuk memiliki medan magnet kuat, harus ada perbedaan suhu sebesar 1.500 derajat celsius antara lapisan dalam dan luar.

Peneliti memang telah melakukan pengukuran suhu perbatasan lapisan dalam dan luar Bumi sebelumnya. Namun, perbedaan suhu yang terukur sebelumnya tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Lewat penelitian ini, peneliti melakukan pengukuran ulang.

Pengukuran titik leleh besi dalam penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan sifat difraksi (penyebaran) sinar X. Saat sinar X menumbuk besi, maka akan ada "tanda" bahwa besi tersebut dipanaskan.

Dari pengukuran tersebut, seperti diberitakan Livescience, Jumat (26/4/2013), didapatkan hasil bahwa titik leleh besi adalah 4.800 derajat celsius, dengan tekanan 2,2 juta kali lebih besar dari tekanan di atas permukaan laut Bumi.

Berdasarkan hasil tersebut, diperkirakan suhu lapisan yang membatasi bagian dalam dan luar Bumi adalah 6.000 derajat celsius. Hasil penelitian dipublikasikan di jurnal Science pada Kamis (25/4/2013). Hasil riset ini bermanfaat bagi para seismolog untuk memperkirakan gerakan lempeng Bumi.

 
 
Editor :Liwon Maulana(galipat)
 
SUHU LAPISAN DALAM BUMI SETARA PERMUKAAN MATAHARI

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »