Promo Umroh Lailatul Qodar Umroh 10 hari terakhir Ramadhan

Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami. travel haji plus di Tasikmalaya

saco-indonesia.com, Polisi juga masih akan terus memburu pelaku yang telah membunuh wanita pengusaha katering di rumah Jalan Tanah Tinggi 1 Gang V No.185 RT 11/6 Kelurahan Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Senin (3/2) sore.

Ny Adika Adi Putri yang berusia 31 tahun , janda beranak dua tewas seketika dengan luka tikam di bagian kepala belakang dan depan dengan luka 16 tusukan. Jenazah wanita beranak dua itu dikirim ke RSCM. Sedang pelaku diduga karyawan kabur.

“Pelaku karyawannya, yang mau merampok tapi karena kepergok akhirnya barang-barang tak ada yang hilang,” Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Tatan Dirsan Atmaja, dengan didampingi Kapolsek Johar Baru Kompol Dasril.

AKBP Tatan Dirsan Atmaja, telah menuturkan, pelaku diduga karyawannya, karena wanita beranak dua itu punya usaha katering dan disaat kejadian dua karyawannya sedang keluar dan seorang lagi yang berinsial DS, ada bersama majikannya. “Mereka ketika itu hanya berdua di rumah, majikannya ketika itu sedang tidur,”tegas Kasat Tatan.

Namun betapa kagetnya, warga telah mendengar wanita yang dikenal ramah ditemukan tewas mengenaskan dengan luka di kepala.

Dalam hasil olah pemeriksaan, ternyata barang yang hilang tidak ada, diduga ini pelaku mau merampok dan melihat wanita pemilik katering ada di kamar akhirnya dibunuh.Petugas menemukan kain panjang yang mengikat leher korban serta celana panjang jeans berbercak darah diduga kepunyaan karyawannya yang berinsial DS.

“Bisa jadi kalau pelakunya karyawan sendiri berinsial DS, karena saat kejadian dia ada di rumah dan tiba-tiba menghilang kemudian di dalam saku celana bercak darah ada buku notes miliknya,”tegas Kasat Reakrim Tatan.

Warga juga telah memperkirakan kalau pelaku karyawannya . Pasalnya saat kejadian tersebut , warga juga sempat melihat ada orang yang buru-buru keluar dari rumah namun tidak menyangka ada korban pembunuhan.


Editor : Dian Sukmawati

POLISI BURU PEMBUNUH WANITA PENGUSAHA KATERING

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »