Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami. promo umroh Tasikmalaya

JAKARTA, Saco-Indonesia.com — Kepolisian tengah mendalami kaitan peristiwa bom bunuh diri di halaman Markas Polres Poso, Sulawesi Tengah, dengan terpidana teroris yang melarikan diri di Poso, yakni Basri. Basri hingga kini belum berhasil ditemukan.

"Kita tahu pada waktu lalu juga ada tahanan di LP yang melarikan diri. Apakah itu ada kaitannya dengan itu dan jaringan lainnya sedang kami dalami," ujar Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Suhardi Alius, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (3/6/2013).

Eksekutor bom bunuh diri pada Senin pagi diketahui seorang laki-laki. Bagian tubuh pelaku hancur dan terpisah. Namun, bagian kepala tidak mengalami luka parah dan wajahnya masih dapat dikenali. Tim DVI Mabes Polri telah diturunkan untuk mengidentifikasi pelaku.

"Mudah-mudahan Polri bisa mengungkap dengan cepat identitas yang bersangkutan sehingga dengan cepat mendapat identifikasi dari jaringan dan kelompok mana," kata Suhardi.

Pelaku diduga kelompok jaringan teroris Poso yang dipimpin Santoso. Adapun Basri alias Bagong alias Ayas melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Jumat (19/4/2013). Basri melarikan diri setelah meminta izin menengok istrinya yang sedang sakit. Saat itu, ia hanya ditemani seorang petugas lapas berinisial WS.

Untuk diketahui, Basri merupakan narapidana terorisme dalam kasus pembunuhan mutilasi terhadap tiga orang siswi SMA di Poso pada 2005. Dia juga terlibat peledakan bom dan penembakan seorang kepala desa di Poso. Setelah beberapa kali menjalani persidangan, Basri alias Bagong akhirnya divonis 19 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 11 Desember 2007 lalu.

 
Editor :Liwon Maulana
Sumber:Kompas.com
Polisi Mendalami Kaitan Bom Bunuh Diri dengan Teroris yang Kabur

Artikel lainnya »