Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami. paket umroh haji Kuningan

saco-indonesia.com, Apes telah dialami oleh Sherif Ashraf Abdulrahman yang berusia (27) tahun , warga negara asing (WNA) asal Mesir yang sudah setahun menetap di Jalan Rasamala No 4 RT 3 RT 08, Komplek Bukit Asam Baru, Tanjung Enim, Muara Enim. Mobil Daihatsu Xenia BG 1004 D warna coklat miliknya telah dirampas oleh kawanan pencuri yang mengaku sebagai polisi.

Saat melapor ke Polresta Palembang, Sherif juga mengaku berprofesi sebagai sopir travel Muara Enim-Palembang. Peristiwa itu telah terjadi saat dirinya mengangkut penumpang menuju Palembang. Saat berada di ruas Jalan KH Wahid Hasyim, dekat SPBU Simpang KB, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, Minggu (22/12) dini hari sekitar pukul 14.00 WIB, Sharif mendadak distop oleh kawanan pelaku yang telah mengendarai mobil Honda CRV warna cokelat.

Salah satu pelaku tesebut turun, lalu menghampiri korban. Satu pelaku lagi masuk dan menyuruh korban bersama semua penumpang turun. Saat itu, korban juga sempat bertanya apa tujuan mereka menurunkan penumpang.

Kawanan tersebut juga mengaku sebagai polisi yaqng sedang menggelar razia. Anehnya, salah satu pelaku memukul korban dengan kunci dongkrak. Beruntung korban tidak mengalami luka berat.

Tak lama kemudian, kawanan tersebut membawa mobil yang dikendarainya menuju arah Jembatan Ampera. Ia juga sudah berusaha mempertahankan mobilnya, namun ia kembali dipukul. "Saya lari dan terus lari menuju pos polisi di simpang empat dekat pembangunan flyover. Mobil CRV itu diikuti mobil saya dari belakang menuju jembatan Ampera," ungkap Sherif pria beristrikan warga Muara Enim ini.


Editor : Dian Sukmawati

POLISI GADUNGAN MERAMPOK

Artikel lainnya »