Harga Biaya Jadwal Paket Umroh Promo Murah bulan Mei

Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami. paket umroh akhir ramadhan di Majalengka

Puncak haji menjelang. Jamaah haji dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, bersiap untuk melakukan wukuf di Arafah pada Senin (14/10) siang. Mereka akan mulai diberangkatkan ke Padang Arafah mulai hari ini, Minggu (13/10).

Namun, ada juga jamaah yang tidak langsung menuju Arafah, melainkan Mina. Mereka akan menginap semalam di Mina sebelum ke Arafah atau yang biasa disebut sebagai Tarwiyyah.
 
Data yang dikeluarkan Seksi Bimbingan Ibadah dan Pengawasan KBIH menyebutkan bahwa tahun ini, lebih dari 10.000 jamaah haji Indonesia akan mengikuti Tarwiyah. Mereka akan berangkat lebih dulu menuju Mina untuk menginap semalam di sana, baru kemudian menuju Arafah dan melaksanakan ibadah wukuf.
 
Jamaah haji Indonesia yang akan mengikuti tarwiyyah ini berasal dari 11 embarkasi, yaitu: Palembang (30), Padang (18), Batam (60), Jakarta – Pondok Gede (1.229), Jakarta – Bekasi (2.215), Solo (4.233), Surabaya (2.459), Makassar (383), Banjarmasin (68), Balikpapan (105), dan Lombok (28).
 
Dari data yang sudah masuk pada Seksi Bimbingan Ibadah dan Pengawasan KBIH sampai Minggu (13/10) padi, 52.199 jamaah haji Indonesia akan melakukan nafar awal. Sedangkan 62.928 akan melakukan nafar tsani sehingga jumlah seluruhnya adalah 115.127.
 

Data ini masih akan terus bertambah karena belum semuanya memberikan laporan. Sebagaimana diketahui, jamaah haji Indonesia yang diberangkatkan ke Arab Saudi berjumlah 156.466 orang.

Sumber : http://saharakafila.com

Baca Artikel Lainnya : JAMAAH ACEH TELAH MENYELESAIKAN TAWAF IFADAH

 

JAMAAH INDONESIA MENGINAP DI MINA
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepal’s Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »