Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami. jadwal umroh desember Rawalumbu

saco-indonesia.com, Memberikan apresiasi kepada anggota Komunitas FansClub JKT48 sekaligus telah memanfaatkan momen libur akhir tahun, Indosat telah mengajak 50 anggota terbaik untuk hangout seharian bersama personel JKT48.

Ke 50 anggota ini telah mendapat kesempatan untuk makan siang, meet & greet dan berfoto bersama personel JKT48, yang kemudian dilanjutkan dengan Nonton Film terbaru box office dan ditutup dengan Dinner dan Nonton langsung Konser Teater JKT48 di Teater JKT48 FX.

Ke-50 anggota Komunitas FansClub JKT48 ini juga merupakan anggota yang telah terpilih dari 15 ribu member komunitas JKT48 nasional, yang telah diseleksi dengan melihat reload dari masing-masing anggota mulai bulan Juni sampai November 2013 dan mereka adalah anggota dengan reload tertinggi dari seluruh Indonesia.

Program apresiasi ini juga merupakan salah satu komitmen kami bagi para member komunitas JKT48 terbaik dari seluruh Indonesia, sambil memanfaatkan liburan seru bersama IM3, ujar Agus Nurudin, Group Head National Channel Management Indosat, dalam siaran pers.

JKT48 telah dipilih selain karena sebagai Brand Ambassador Indosat IM3 juga telah mempunyai banyak fans yang sangat loyal. Program apresiasi dan retensi semacam ini rutin diberikan Indosat sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas para anggota komunitas dalam menggunakan produk Indosat.

Dengan program apresiasi ini diharapkan para anggota komunitas semakin setia dan terus menggunakan produk Indosat serta menjadi word of mouth dalam mempromosikan produk dan layanan Indosat, tambah Agus.

Komunitas JKT48 juga merupakan bagian dari anggota komunitas Sahabat IM3 yaitu komunitas anak muda di sekolah-sekolah yang saat ini sudah berjumlah belasan ribu komunitas sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Para siswa yang telah tergabung dalam komunitas Sahabat IM3 ini juga akan menikmati berbagai keuntungan diantaranya tarif telepon dan SMS murah ke sesama teman sekolahnya dalam satu komunitas.

Selain itu indosat juga bekerja sama dengan sekolah untuk dapat mendukung kegiatan belajar mengajar dengan pemberian sarana mengajar ke sekolah seperti akses internet, super WiFi, finger print, mendukung kegiatan sekolah seperti pentas seni serta aktifitas lain yang berguna bagi sekolah.


Editor : Dian Sukmawati

INDOSAT PILIH 50 PELANGGAN HANGOUT
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepal’s Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »