Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami. harga umroh akhir ramadhan Sumedang

saco-indonesia.com,

Mengenal jenis kulit

Sahabat dr.dep

Penting tidak ya dalam mengetahui jenis kulit kita? mengetahui jenis kulit ternyata sangat penting, hal ini juga berguna untuk dapat menjaga kesehatan kulit dan memilih produk perawatan yang sangat tepat. Bila kita tidak cermat dalam memilih produk perawatan kecantikan yang tepat untuk kulit kita, hasil yang kita harapkan dalam perawatan kemungkinan besar tidak akan tercapai.

Secara garis besar pembagian type kulit telah dibagi menjadi 4:

    Kulit berminyak
    Kulit kering
    Kulit seimbang (normal)
    Kulit sensitif

Kita bahas ya satu persatu

1.Kulit berminyak

Kalau kita lihat dengan skin analyzer, tampilan tekstur kulit yang berminyak pada umumnya tebal dan kasar.Pori pori tampak membesar.Kulit juag terlihat mengkilap karena produksi minyak yang berlebihan. Kulit berminyak juga sangat rentan terhadap jerawat dan komedo karena kelebihan sekresi sebum,kelebihan sekresi sebum ini juga dapat menangkap kotoran pada wajah, sehingga dapat mengakibatkan pori-pori akan tersumbat. Nah kalau pori pori sudah tersumbat, ini bisa akan menimbulkan berbagai masalah, salah satu- nya jerawat.

 2. Kulit kering

Tipe kulit kering telah ditandai dengan tidak meratanya tekstur kilapan pada permukaan kulit,hal ini juga dikarenakan kurangnya produksi minyak yang berfungsi untuk dapat melumasi bagian permukaan dari sel-sel kulit.Bisa karena faktor congenital/bawaan atau karena berbagai kondisi.Kulit kering ini dapat dilihat dari penyebabnya karena berkurangnya kandungan air pada stratum corneum (SC).

Jadi kita sudah tahu ya, pengertiannya kulit berminyak dan kulit kering, kedua type kulit ini kadang muncul secara bersamaan, misalnya ada orang yang telah mengalami kulit kering pada bagian V area (dagu sampai pipi), dan bagian T area (dahi) tampak berminyak.Itu yang kita sebut tipe kulit kombinasi.

 3. Kulit seimbang

Tipe kulit yang telah mempunyai keseimbangan antara produksi minyak dan kelembaban, sehingga dapat terjaga kehalusan, kekenyalan dan kelenturannya.

4. Kulit sensitif

Tipe kulit yang bereaksi secara berlebihan pada bahan stimulus (rangsangan) yang paling ringan sekalipun. Kulit mudah berubah kemerahan.

Jika kita sudah mengetahui jenis kulit kita, tentunya kita juga dapat memilih produk perawatan yang sesuai dengan kebutuhan kulit kita.Dengan begitu kita dapat merawat kulit dengan tepat.

Kulit akan menjadi lebih cerah dan sehat, seperti yang kita harapkan.


Editor : Dian Sukmawati

MENGENAL JENIS KULIT
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepal’s Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »