Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami. daftar umroh ramadhan di Ciwandan

saco-indonesia.com, Petugas Reserse Polsek Mauk, Kota Tangerang, telah berhasil menangkap tiga orang bandar judi togel di antaranya; SH (32) SW dan ABD. Saat ditangkap mereka telah kedapatan sedang mengecer kupon judi togel jenis pakong.

Kapolsek Mauk AKP Suhendar juga mengatakan, para pelaku berhasil ditangkap atas laporan warga yang resah pada kegiatan mereka.

"Untuk tersangka SH kami lakukan penangkapan di rumahnya di Kampung Kemeri Warakas, RT 01 RW 01, dengan barang bukti uang tunai Rp 62 ribu, dua buku kupon judi togel, buku tafsir mimpi serta dua lembar kode pakong," katanya, Senin (23/12).

Saat ditangkap di rumahnya, SH tengah menulis kupon togel. Selang berapa lama petugas juga dua tersangka bandar judi togel lainnya, yakni SW dan ABD.

"Mereka telah diamankan oleh petugas saat sedang menulis semua rekapan kupon judi di Kampung Tegal Kunir Lor, Mauk," ujar Kapolsek.

Dari tempat penangkapan tersebut , petugas juga mengamankan uang tunai sebesar Rp 564 ribu serta buku kupon judi togel jenis pakong. "Menurut pengakuan tersangka mereka selain mengecerkan langsung kepada pemasang, juga bisa melalui ponsel yang masuk dalam kategori judi online," jelas Kapolsek.

Untuk menekan praktik perjudian di wilayahnya, petugas selalu melakukan observasi keliling dengan menggunakan mobil patroli.

"Untuk wilayah rawan kejahatan biasanya kami lakukan patroli sesering mungkin dan juga pada saat memasuki jam rawan seperti malam dan siang hari," ujarnya.


Editor : Dian Sukmawati

3 BANDAR TOGEL DIBEKUK OLEH POLISI
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepalís Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »