Biro Perjalanan Umroh Murah di bulan Januari

Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami. daftar penyelenggara haji plus resmi

saco-indonesia.com, Sedikitnya ada 1000 personel kepolisian dikerahkan guna untuk mengamankan jalur Puncak, Bogor, saat malam pergantian tahun 2013-2014 mendatang. Kapolres Bogor AKBP Asep Safrudin juga menjelaskan personel tersebut akan dipusatkan di dua tempat di wilayah Bogor yang kerap dijadikan sebagi pusat keramaian saat malam pergantian tahun.

"Dua tempat itu yakni di Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong, dan Jalan Raya Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor. Tapi mayoritas akan difokuskan di kawasan Puncak," ungkapnya, Rabu (18/12).

Personelnya juga akan ditugaskan untuk dapat mengatur arus lalu lintas dan mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan. Sebab, kawasan Puncak juga sering dijadikan sebagai pusat keramaian dari berbagai daerah di Jabodetabek.

Untuk dapat mengurangi beban kendaraan yang telah melintas di Cisarua-Puncak, kepolisian juga akan mengalihkan kendaraan yang akan melintas selama 11 jam.

"Kami juga mengimbau kepada masyarakat yang akan menghabiskan malam tahun baru di Puncak agar melintas sebelum pukul 19.00 WIB, Selasa (31/12), karena sejak pukul 19.00 WIB tersebut, kendaraan yang akan melintas Puncak akan dialihkan melalui Jalan Jonggol tembus di Cipanas, Cianjur," jelasnya.

Sedangkan untuk kendaraan sepeda motor akan dialihkan melalui jalan alternatif Bendungan yang akan tembus di Cikopo, Cisarua. AKBP Asep juga menerangkan, selain rekayasa lalu lintas tersebut, pihaknya bersama Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Kabupaten Bogor dengan membatasi pengangkutan truk bermuatan di atas 20 ton yang akan melintas di jalur Ciawi-Sukabumi.


Editor : Dian Sukmawati

 

1000 PERSONEL AMANKAN JALUR PUNCAK
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepalís Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »