umroh mamah dedeh

Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami. biro haji onh plus di Bekasi Selatan

saco-indonesia.com, Sebaran debu vulkanik akibat dari letusan Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur, telah melanda hampir semua wilayah di Pulau Garam, Madura sejak Jumat pagi. Masyarakat pun telah diminta untuk menggunakan masker.

"Kami juga sudah menyampaikan imbauan terbuka kepada masyarakat agar menggunakan masker, karena jika debu dihirup berpotensi menimbulkan penyakit sesak napas," kata Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Pamekasan Ismail Bey, seperti dikutip Antara, Jumat (14/2).

Di Pamekasan sebaran debu akibat letusan Gunung Kelud telah menyebabkan aktivitas warga terganggu. Mereka terpaksa menggunakan masker, baik di rumah maupun dalam menjalankan aktivitas di luar rumah.

Debu akibat letusan gunung dengan ketinggian 1.730 mdpl yang telah terletak di Kediri Jawa Timur tidak hanya terjadi di pusat kota saja, akan tetapi juga merata hingga di perdesaan.

"Sejak subuh tadi awan di daerah saya telah terlihat seperti kabut, ternyata semua kaca berdebu," kata warga Desa Gagah, Kecamatan Kadur, Sahama.

Tidak hanya di Pamekasan saja , hal yang sama juga telah terjadi di Kabupaten Sampang, Bangkalan dan Kabupaten Sumenep.

Masyarakat di tiga kabupaten ini juga banyak yang menggunakan masker baik yang beraktivitas di ruang terbuka, maupun di perkantoran.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mencatat, Erupsi pertama Gunung Kelud tercatat terjadi pada Kamis malam (13/2) pukul 22.50 WIB.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Kegempaan (PVMBG) telah menyebutkan erupsi terjadi hingga mencapai 17 km ke atas dan abu vulkanik menyebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, hingga Nusa Tenggara Barat.

SEMUA WILAYAH DI PULAU MADURA JUGA KENA DEBU GUNUNG KELUD
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepalís Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »