Asep Wiarsa yang berusia (38) tahun, sopir Bus PO Haryanto yang telah melarikan diri pascainsiden kecelakaan dengan kereta api telah berhasil dibekuk oleh Unit Reskrim Polsek Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Senin (10/3) dini hari tadi. "Ditangkap di rumah pamannya di Kampung Rawalele, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang," kata Kapolsek Cikarang Barat, Kompol Andre Librian. Petugas lalu telah membawa pelaku ke Polsek Cikarang Barat untuk dapat diperiksa terkait dalam kecelakaan yang terjadi pada Sabtu lalu. Statusnya saat ini juga masih sebagai saksi. "Belum ada penetapan tersangka," kata dia. Sopir itu sebelumnya telah melarikan diri. Dia dicari untuk dapat dimintai keterangan, terkait dalam peristiwa kecelakaan bus dengan kereta api di Perlintasan sebidang, Desa Wanasari, Kecamatan Cibitung. Bus yang ditabarak itu mengangkut sekitar 35 penumpang anak yatim dari Desa Wanasari. Bus ditabrak di bagian belakang kanan hingga terseret beberapa meter sampai berputar 90 derajat. Rencana pengajian dan santunan di kediaman putri Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan pun batal. Seluruh korban luka-luka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi, dan beberapa rumah sakit swasta. Polisi telah mencatat sembilan orang mengalami luka berat. Lima dirawat di RSUD, sedangkan empat lainnya dirujuk ke rumah sakit swasta karena luka cukup parah. Hasil pemeriksaan sejumlah saksi, penyebab kecelakaan itu dikarenakan sopir nekat menerobos perlintasan meski alarm sudah berbunyi. SOPIR BUS PEMBAWA ANAK YATIM DIBEKUK DI SUBANG

Artikel lainnya »